31/12/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Inilah Kediaman dan Sosok Sang Dokter R. Moehiman di Kebumen

KEBUMEN (BANYUMAS POS) – Salah satu kerabat dari trah R.Kromoatmodjo, R. Bagus menerima kunjungan Hargo dan Arif di kediaman keluarga besar dr. R. Moehiman di Kebumen, Jawa Tengah, Jumat (31/12/2021).

“Ini merupakan kebanggaan luar biasa telah diberi kesempatan untuk melengkapi data dari dr. R. Moehiman dan keluarga besarnya memberikan ijin untuk berkunjung ke kediamannya dan diperbolehkan mengambil beberapa dokumentasi,” ungkap Hargo.

Diketahui kediaman dr. R. Moehiman merupakan bangunan tua dengan gaya klasik dengan lahan yang cukup luas yang berdiri megah di pusat Kota Kebumen.

Rumah ini berada di sebelah barat rumah R. Kromoatmodjo selaku mantri guru besar H.I.S di kebumen. Saat itu dr. R. Moehiman adalah putra ketiga dari 11 bersaudara R. Kromoatmodjo.

Lebih lanjut, keluarga R. Kromoatmodjo dahulu tinggal di Asem street yang sekarang bernama Jalan HM. Sarbini. Keluarga R. Kromoatmodjo adalah kalangan keluarga ningrat.

“Kalau dirunut dari data silsilah keluarga R. Kromoatmodjo ini masih keturunan dari R. Ng. Martoredjo I. Beliau adalah wedono gunung candi Karanganyar,” ucapnya.

Hargo mengatakan, dirinya mendapatkan banyak pembelajaran dari perjalanan seorang dr. R. Moehiman yang beralamat di Jalan HM. Sarbini No. 33.

“Konsep ruang yang masih sangat kental gaya kolonialnya dengan beberapa peninggalan yang masih terawat dengan baik, serasa menceritakan suasana saat itu. Di ruang tamu masih bisa kita lihat satu set meja dan kursi jati kuno yang dulu dipakai oleh beliau,” katanya.

Adapun beberapa lukisan, dimana lukisan tersebut merupakan hadiah dari Presiden RI pertama yakni Ir.Soekarno. Koleksi buku-buku terlihat tertata dengan rapi di lorong menuju ruang keluarga, dan di sudut ruang makan tertata rapi beberapa perabotan dari tembaga yang sudah cukup sulit ditemukan saat ini.

Menurut keterangan R. Bagus, kediaman dr. R. Moehiman dulu sempat dibakar pada masa perang kemerdekaan, tetapi saka dan temboknya masih asli, meskipun saat ini telah mengalami beberapa kali renovasi.

R. Bagus juga menceritakan bahwa dr. R.Moehiman saat lepas dinas dari balai pengobatan Nirmala di Karanganyar, kemudian membuka praktek dirumahnya sekarang ini untuk melayani masyarakat sekitar.

“Suatu pembelajaran yang luar biasa dari sosok dr. R. Moehiman. Beliau tidak pernah meminta bayaran atau imbalan kepada pasien-pasiennya. Bahkan, malah sering memberi bantuan pada pasien beliau yang memang membutuhkan pertolongan,” ujarnya.

dr. R. Moehiman sendiri ditugaskan Belanda untuk bekerja di hampir seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Bengkulu, Riau, Kalimantan, Sulawesi, sampai Papua. Namun, pada agresi militer II Belanda, rumah dr. R. Moehiman dihancurkan, kemudian ia pindah di Magelang dan menghabiskan masa pensiun sebagai dokter di Semarang, sekarang yang menjadi RSUP Dr. Kariadi.

“dr. R. Moehiman kemudian wafat pada tanggal 3 November 1960 di Magelang dan dimakamkan di komplek pemakaman Si Gedong, Kranganyar, Kebumen,” pungkasnya. (Lia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *