08/10/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Ini Jawaban Dari Dinas Perhubungan Kebumen Mengunakan Pihak Ketiga 

KEBUMEN (BANYUMAS POS) – Polemik antara Pemkab Kebumen dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub) dengan Koperasi Serba Usaha (KSU) Jalan Persaudaraan selaku pihak ketiga pengelola parkir tepi jalan umum terus bergulir.

Informasi yang diterima, buntut somasi atau peringatan yang diberikan kepada KSU Jalan Persaudaraan kini tengah ditangani Kejaksaan Negeri Kebumen. Diketahui KSU Jalan Persaudaraan mendapat somasi atas kekurangan bayar setoran parker tepi jalan sebesar Rp 1,072 miliar.

“Kegiatan parkir Tahun 2019-2020 masih ada catatan dari Dinas Perhubungan. Ini masih dalam proses penanganan di pihak Kejaksaan Negeri Kebumen, dari Kejaksaan dalam waktu dekat mungkin akan memanggil yang bersangkutan,” jelas, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kebumen, Yohanes Agung Pamuji, saat konferensi pers, Jumat (10/8).

Pemkab Kebumen sendiri telah melayangkan surat somasi kedua tertanggal 20 Agustus 2021. Intinya, dalam surat itu menerangkan jika jangka waktu 14 hari kalender pihak KSU tidak menyelesaikan persoalan yang dimaksud, maka akan ditindaklanjuti secara hukum, baik pidana atau perdata.

“Terkait dengan somasi yang bersangkutan tentunya ada kajian dari Kejaksaan dan akan mengerucut siapa yang akan bertanggung jawab parkir yang di pihak ketigakan,” ucapnya.

Menurut Agung, pertimbangan Dishub menggunakan pihak ketiga (Koperasi Jalan Persaudaraan) untuk mengelola parkir di beberapa lokasi di Kebumen sudah benar, karena sesuai dengan pemenangan lelang.

Sedangkan untuk Berapa keuntungan atau kerugian menggunakan pihak ketiga dalam pengelolaan parkir, tidak dijawab dengan alasan ia baru 10 hari ditugaskan di Dishub.

“Dishub memperhatikan hak-hak pekerja/tukang parkir yang tergabung dalam Koperasi Jalan Persaudaraan, dengan bentuk tanggung jawab yang diberikan Dishub kepada tukang parkir secara pendampingan saja,” tegas Agung.

Kepada awak media, Agung menyebutkan jangka waktu parkir yang dikelola oleh KSU Jalan Persaudaraan selama 22 bulan. Dari target yang ditentukan pada 2019 sebesar Rp 1,14 miliar akan tetapi mampu terpenuhi Rp Rp 800,14 juta atau sekitar 70,2 persen. Sementara pada 2020 dari target Rp 1,24 miliar terealisasi sekitar Rp 474 juta atau 37,8 persen.

Menurut Akif, permasalah tersebut tidak bisa hanya dilihat dari bungkusnya saja. Dalam hal ini, hanya dilihat dari KSU Jalan Persaudaraan yang mempunyai kekurangan setor senilai Rp 1.072.365.000,-. Namun perlu juga dilihat dari rule of the game dan laws of the game nya yang tertuang dalam kontrak kerjasama yang telah disepakati bersama.

“Kami kira persoalan ini tidak bisa hanya dilihat dari kekurangan setoran semata. Persoalan ini tidak sesederhana itu,” ujarnya.

Dia menjelaskan, diantara poin yang ada di dalam kontrak kerjasama, pemanfaatan aset daerah pengelolaan parkir di tepi jalan umum tertuang kewajiban pengelola. Dalam hal ini pengelola wajib melakukan setoran perbulan senilai Rp 84.365.000,-.

“Apabila dalam satu bulan yang dimaksud pihak pengelola setorannya belum terpenuhi, maka diberi waktu paling lambat 10 hari pada bulan berikutnya untuk melunasi kekurangan setoran tersebut,” pungkasnya. (Lia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *