17/10/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Ilmuwan Muda Dr Tuswadi Anjangsana ke SMP N 2 Pabelan 

SEMARANG (BANYUMAS POS) – Anggota Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) Jakarta, Dr Tuswadi, Sabtu (16/10) beranjangsana ke SMP N 2 Pabelan di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Kedatangannya untuk melihat kesiapan sekolah memulai pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) di masa pandemi Covid-19.

SMP N 2 Pabelan yang terletak di desa Ngerangan, Sumberejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, dikepalai oleh Sigit Setyo Atmoko selaku Kepala Sekolah dengan jumlah peserta didik sekitar 500 anak.

Kedatangan Dr Tuswadi disambut baik oleh Kepala Sekolah beserta guru. Kemudian Dr Tuswadi memberikan kelas motivasi di hadapan guru-guru yang telah menunggunya di ruangan.

Menurut Dr Tus, panggilan akrab ilmuwan pendidikan kebencanaan ALMI asli Banjarnegara, di era pandemi Covid-19, para guru bukan hanya dituntut untuk makin cerdas dan pintar dalam mengajar secara daring. Lebih dari itu, para guru tidak boleh menjadikan pandemi sebagai alasan untuk berhenti berinovasi akibat terbatasnya akses tatap muka dengan peserta didik.

“Tingkat kesejahteraan guru Indonesia relatif sudah sangat bagus dengan adanya kebijakan tunjangan sertifikasi guru; oleh karena itu saya mengajak diri saya sendiri dan para rekan guru sekalian untuk tetap bertanggung jawab berikan layanan terbaik untuk anak didik meski didera pandemi,” jelasnya.

Sigit Satmoko mengatakan bahwa pihak sekolahnya sudah menyelesaikan proses vaksinasi tahap 1 dan 2 dengan dukungan Dinkes dan Polri pada Jumat, 15 Oktober 2021. Seluruh guru, staf, karyawan, dan peserta didik telah tervaksinasi sehingga minggu depan proses pembelajaran tatap muka terbatas akan bisa dimulai.

“Dari sisi infrastruktur dan piranti prokes misal tempat cuci tangan, sabun, handsanitizer dan themo-gun. Semuanya sudah kami siapkan. Ruang kelas dan tempat duduk juga sudah kami atur jaraknya sehingga insyaallah aman untuk proses pembelajaran. Targetnya untuk tahap pertama tiap tingkat, peserta didik akan menjalani PTMT selama 3 kali seminggu dengan durasi 2-3 jam sehari,” ungkapnya.

SMP N 2 Pabelan didominasi oleh guru berusia di atas 35 tahun dan menurut Dr Tus, para guru yang belum berlatar belakang pendidikan S-2 bisa memanfaatkan beasiswa pendidik dari Kemendikbud Ristek RI. Dengan beasiswa tersebut para guru bisa menjalani tugas belajar selama dua tahun untuk meraih S-2 sehingga kapasitas keilmuwan para guru akan lebih baik lagi.

“Saya sendiri berjuang raih S2 dan S3 bahkan di luar negeri! Di Indonesia sekarang banyak tersedia beasiswa untuk S-2 di kampus dalam negeri. Silakan dimanfaatkan. Semua informasi dan proses pendaftaran beasiswa pendidik untuk S-2 bisa diakses di laman Kemendikbud Ristek RI,” papar Dr Tuswadi.

Setelah berdiskusi dengan para guru, Dr Tus kemudian melakukan penanaman pohon persahabatan di halaman kelas yang rindang. Tiga pohon kacang Macadamia, kacang termahal di dunia asli Australia, yang dia bawa dari kampus Politeknik Banjarnegara yang dipimpinnya, diterima oleh pihak sekolah.

“Ini sebuah kehormatan bagi kami menerima pohon unik untuk ditanam di sekolah kami. Bisa menjadi inspirasi untuk mendorong para guru dan peserta didik berani melanglang buana ke luar negeri, termasuk ke Australia!” pungkas Sigit.

Di akhir pertemuan, Dr Tus menerima bingkisan 2 buah buku karya Sigit Setyo Amoko berjudul ‘BUNGA RAMPAI INSPIRASI’ dan karya Puji Prasetyowati berjudul ‘MENANTI MATAHARI’. (Nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *