07/06/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Guru Penggerak Cilacap Menggelar Aksi Nyata Wujudkan Merdeka Belajar

Cilacap (Banyumas Pos) – Menghadapi tahun ajaran baru Juli mendatang dengan Pembelajaran Tatap Muka terbatas, sekolah diharapkan sudah mempersiapkan segala sesuatunya.

Untuk mempersiapkan hal itu, Komunitas Calon Guru Penggerak (CGP) Kecamatan Cilacap Tengah menggelar kegiatan “Aksi Nyata Wujudkan Merdeka Belajar” bertempat di aula SD Negeri 09 Sidanegara, Minggu (7/6/2021)

Komunitas yang beranggotakan Sangadah S, Anggraeny DR, Sobingah, Ihda G dan Abdul Ghoni ini mengundang lebih dari 50 guru di Kecamatan Cilacap Utara, Kesugihan dan Kroya dengan menerapkan Prokes ketat.

Hadir sebagai pemateri kegiatan Pengajar Praktik Guru Penggerak, Dwi Wahyuning Aisyah.

Dalam kesempatannya, guru SDN 2 Jenang Kecamatan Majenang, Cilacap itu mengajak agar sebelum sekolah dibuka, harus benar-benar menyiapkan prokes.

Dia mengatakan, siswa sudah lama tidak menjalankan tatap muka, oleh karenanya konsep Merdeka Belajar harus benar-benar diterapkan.

“Pembelajaran jangan sampai membosankan. Harus mengakomodir kodrat alami siswa dan melibatkan semua potensi yang ada di sekolah,” jelas alumni beasiswa S2 Dikdas Kemdikbud itu.

Selain itu, Dwi juga mengulas mengenai persiapan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang saat ini akan dihadapi peserta.

Menurutnya, untuk menghadapi PPPK tidak hanya persiapan secara materi dari awal, namun harus menyertakan Tuhan dalam menghadapinya.

“Berusahalah berserah diri dari awal seleksi, berjuang maksimal saat seleksi dan di akhir seleksi serahkan segalanya pada Allah. Maka apapun hasilnya pasti akan kita terima dengan baik,” tambahnya.

Secara teknis, tindak lanjut kegiatan ini untuk penyiapan seleksi PPPK juga para peserta membuat kelompok belajar, berpusat di SDN 09 Sidanegara.

Sementara, salah satu peserta kegiatan, Ari Kristina dari SDN 04 Karangjengkol mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama dalam menyiapkan mental menghadapi pembelajaran tatap muka dan seleksi PPPK.

“Ternyata mungkin selama ini saya salah persiapan. Saya selalu mendadak menyiapkan segala sesuatunya,” ujarnya.

Dia menambahkan, istilahnya wayangan. Maka hasil yang didapatkan tidak pernah maksimal, belum bisa lolos CPNS.

“Dengan pelatihan ini saya lebih siap sejak dini dan apapun hasilnya, saya akan tetap semangat mengabdi untuk mendidik anak dengan konsep Merdeka Belajar,” pungkasnya. (Gal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *