01/04/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Gadis Di Bawah Umur Diduga Dihamili Pria Di Banjarnegara, Namun Menikahi Gadis Lain

BANJARNEGARA (BANYUMAS POS) – Kronologis bermula saat gadis berinisial AN asal Desa Kebondalem, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara berkenalan dengan Pria berinisial S lewat media sosial (Medsos) facebook.

AN yang masih berumur 15 tahun sudah mengadu nasib ke Jakarta karena permasalahan ekonomi keluarga. Dia bekerja di Toko baju, di wilayah Jakarta.

Lebih lanjut, setelah berkenalan lewat Medsos, kemudian mereka menjalin hubungan asmara hingga keduanya melakukan hubungan terlarang. AN menerima karena rayuan S tersebut.

AN, gadis kelahiran 7 November 2004 menyesal setelah dirinya hamil diduga karena kecerobohannya dan terkena bujuk rayuan dari S Pria Desa Kalitengah, Kecamatan Purwonegoro, Kabupaten Banjarnegara hingga melakukan hubungan terlarang tersebut. Ia pun mau tak mau harus menelan pil pahit.

Ironisnya, pria S yang sudah menghamili AN ini justru menikah dengan gadis lain asal Desa Kaliwinasuh, Kecamatan Purwareja, Klampok, Banjarnegara.

Setelah mengetahui hal tersebut, Nikmah (40) ibu korban kemudian melaporkan S ke Polres Banjarnegara Unit PPA, dengan didampingi LSM BPPI Wilter Jateng dan Komnas Perlindungan Anak (KPA) Banjarnegara pada Rabu (31/03/2021).

“Pelaku S ini dilaporkan karena gadis yang dihamilinya dibiarkan saja, malah menikah dengan gadis yang lainnya,” ujar Kusnen dari BPPI saat menemani orang tua korban untuk melaporkan pelaku, Selasa (30/3/2021).

Menurut Kusnen, korban yang dihamilinya dan tak dinikahi itu awalnya mengadukan perbuatan pelaku kepada keluarganya. Namun ketika keluarga korban meminta pertanggungjawabannya, pelaku S malah menikah dengan gadis lain, dengan dalil ada kesepakatan untuk biaya persalinan dan kelahiran anak 6 juta, sehingga S tidak menikahinya.

Keluarga korban berserta saksi saat dimintai keterangan mengatakan korban mengaku telah melakukan hubungan terlarang sebanyak 10 kali karena bujuk rayu S. Kejadian dilakukan dirumah pelaku beberapa kali dan ditempat korban.

Sementara itu, Ketua Komnas anak Banjarnegara juga selaku Kadiv Hukum BPPI Wilter Jawa Tengah, Harmono yang turut mendampingi korban mendesak agar Polres Banjarnegara secepatnya melakukan langkah-langkah sigap atas tindakan yang diduga dilakukan oleh pelaku.

“Mengenai perbuatan pencabulan dan persetubuhan terhadap anak dibawah umur yang menyebabkan kehamilan bagi korban menurut UU Perlindungan Anak, Hukum berhak melindungi anak-anak dari segala bentuk perbuatan persetubuhan baik itu karena suka sama suka maupun pembujukan, terlebih jika adanya unsur pemaksaan,” katanya.

Menurutnya, mengenai persetubuhan dengan anak dibawah umur serta perbuatan cabul telah melanggar UU No 34 tahun 2014 Pasal 81 dan Pasal 82 Perpu 1/2016 tentang Perlindungan anak

“Pelaku S ini dapat dijerat dengan pasal tersebut dan ancaman hukumanya 12 tahun lebih,” tegas Harmono juga selaku pengacara korban. (Nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *