25/05/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Forkompimda Cilacap Gelar Rakor Terkait Monitoring Vaksinasi

Cilacap (Banyumas Pos) – Forkompimda Kabupaten Cilacap menggelar Rapat koordinasi (Rakor) terkait monitoring pelaksanaan vaksinasi Covid 19 yang dipimpin Wakil Menteri Kesehatan RI, melalui Video Conference (Vidcon) bertempat di Ruang Prasandha Rumah Dinas Bupati Cilacap, Senin (24/5/2021).

Kegiatan dihadiri, Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji, Wakil Bupati, Syamsul Auliya Rachman, Danlanal Cilacap, Kolonel Laut (PM) Sugeng Subagyo, Dandim 0703/Cilacap, Letkol Inf Andi Afandi, Ketua Pengadilan Negeri Cilacap, Sukri Sulimin.

Tampak hadir, Ketua DPRD Cilacap, Taufik Nur Hidayat, Kapolres Cilacap diwakili Kabagops Polres Cilacap, Kompol. Ahmad Ghifar Al Akhfaqsi, Sekretaris Daerah, Farid Ma’ruf, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Cilacap, Dwi Purnomo, dan Kepala Dinas Kesehatan Cilacap, dr. Pramesti Griana Dewi.

Dalam kesempatannya, Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono memaparkan terkait monitoring vaksinasi dengan rekomendasi dilaksanakanya sosialisasi yang lebih intensif terkait efektifitas dan manfaat vaksinasi, rendahnya resiko dan kehalalan vaksinasi.

Hal itu untuk mempermudah warga mengakses layanan vaksinasi dan melanjutkan dukungan untuk warga miskin dengan memberikan sosialisasi dari pintu ke pintu, bantuan tranportasi dan lainnya.

Disamping itu, memberikan kemudahan dalam penjadwalan dan kemudahan mengakses lokasi vaksinasi dan tetap mengupayakan program vaksinasi tanpa dipungut biaya.

“Mobilitas penduduk yang meningkat jelang libur panjang Idul Fitri belum mengalami penurunan secara konsisten. Puncak kasus terkonfirmasi biasa teramati sekitar 6-7 minggu setelah puncak rerata mobilitas di empat jenis lokasi. Jika berulang, peningkatan kasus akan mulai teramati minggu ini (23-29 Mei 2021),” ungkapnya.

Strategi percepatan vaksinasi pasca Lebaran dan di bulan Juni antara lain penyederhanaan proses vaksinasi dari 4 meja menjadi 2 meja, vaksin gotong royong dimulai per tanggal 18 Mei 2021, target vaksinasi tahap 3 dilakukan per area, dimulai dari DKI dan Bali.

Menurutnya, pentingnya dukungan TNI-POLRI untuk kelancaran program vaksinasi
nasional.

“Saat ini target vaksinasi diprioritaskan untuk kelompok usia diatas 50 tahun,” pungkas Dante.

Adapun lima strategi penguatan Genome sequancing antara lain, pembentukan Jejaring Surveilans Genom Nasional yang terdiri dari 17 lnstitusi dan pelatihan WGS (whole genome sequencing) bagi anggota jejaring.

Selanjutnya, Intensifikasi tracing pada daerah-daerah dengan kasus lokal VOC dan kedatangan luar negeri, lntensifikasi tracing pada pintu-pintu masuk negara untuk kedatangan dari luar Negeri dan kerjasama dengan mitra luar Negeri (WHO, US CDC). (Gal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *