08/04/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

FMWPL Datangi DLH Cilacap, Ajukan Dua Tuntutan

CILACAP (BANYUMAS POS) – Puluhan orang perwakilan warga Winong yang tergabung dalam Forum Masyarakat Winong Peduli Lingkungan (FMWPL) kembali menggelar audensi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cilacap di aula UPTD Laboratorium Lingkungan, Kamis (8/4/2021).

Audensi tersebut dilakukan guna membahas tuntutan warga Dusun Winong, Desa Karangkandri, Kabupaten Cilacap yang terdampak adanya PLTU PT Sumber Segara Primadaya (S2P) Karangkandri Cilacap.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap, Awaluddin Muuri mengatakan maksud audensi ini agar warga winong kembali difasilitasi oleh Pemkab melalui DLH perihal tututan warga terkait evaluasi PDAM dan kelanjutan pemberdayaan ayam petolor oleh pihak PT Sumber Segara Primadaya (S2P) Cilacap selaku pemrakarsa.

“Semenjak berdirinya PLTU di Karangkandri, warga Dusun Winong mengalami kesulitan air bersih, sehingga pihak PLTU membantu pemasangan jaringan PDAM beserta pembayaran selama kurun waktu dua tahun, namun per Januari 2021 telah selesai,” jelasnya.

Mengenai hal tersebut, ia menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan evalusi kepada pihak PT S2P melalui tim yang dibentuk oleh DLH bersama Universitas Diponegoro (Undip).

“Sesuai kesepakatan, setelah dua tahun sebelum diputuskan harus dievaluasi terlebih dahulu, benar enggak dengan kondisi sekarang tidak ada pengaruh sehingga tidak perlu untuk dibantu kembali dan ini sudah melewati tiga bulan, pihak PDAM rencananya akan mencabutnya,” ujar Awaluddin.

PT S2P Cilacap pada pertemuan tahun lalu sesuai kesepakatan juga akan melakukan pemberdayaan ayam petelor untuk kelompok tani guna mendukung perekonomian warga masyarakat yang terdampak di Dusun Winong, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut.

“Hari ini juga tim kami akan turun ke lapangan untuk meninjau dan menengahi permasalahan ini, apa penyebab dan lain sebagainya agar segera menemukan penyelesaian sehingga yang berdampingan langsung ini tidak sampai retak,” kata Awaluddin.

Pihaknya berencana akan mempertemukan kedua belah pihak yakni warga Winong dengan pihak PT S2P untuk difasilitasi serta dicarikan solusi terbaik.

“Rencananya minggu depan, bulan Puasa agar permasalahan ini segera dapat terselesaikan. Selain itu, kami berharap dapat mengikutsertakan aparatur pemerintah wilayah seperti Camat dan Kepala Desa,” pungkasnya.

Sementara, Salah satu warga Dusun Winong, Novi Kurnianti menjelaskan, keinginan dari warga Winong agar PLTU Karangkandri melakukan evaluasi sesuai kesepakatan pada 5 November 2018 lalu terkait subsidi PDAM. Setelah dua tahun berjalan, pihak PLTU belum melakukan evaluasi.

“Kedua perihal ganti rugi dampak kebisingan yang telah disepakati pada 10 November 2020 lalu dengan melakukan pemberdayaan ayam petelor, namun hingga saat ini belum terealisasi. Adapun bantuan beasiswa dan sekolah gratis,” imbuhnya.

Warga menduga adanya tarik ulur dan bantuan seperti pemberdayaan ayam petelor yang rencananya diberikan tidak secara bersamaan melainkan berkelompok dinilai akan dapat menimbulkan perselisihan antar warga nantinya.

Koordinator FMWPL, Riyanto mengatakan adanya permasalahan di Dusun Winong ini merupakan tanggungjawab Pemda dan pihak PT S2P selaku pemrakarsa.

“Kami meminta kepada DLH agar secepatnya merealisasi tuntutan dari kami. terkait permasalah PDAM yang akan mencabut meteran, ini sangat urgent dan perlu untuk segera dicarikan solusi sedangkan situasi dan kondisi air milik warga Winong sampai hari ini banyak yang tidak layak konsumsi,” tutur Riyanto. (Gal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *