17/11/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

FGSNI Audensi Dengan Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat

BANDUNG (BANYUMAS POS) – Dukungan dan rekomendasi untuk Guru Honorer yang tergabung dalam Forum Guru Sertifikasi Non Impassing (FGSNI) disampaikan oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat.

Hal itu tersampaikan dalam audiensi yang dilakukan oleh FGSNI Pusat bersama Jajaran Pengurus FGSNI Kabupaten Kota Se-Jawa Barat yang turut hadir mewakili kepengurusan Kabupaten yakni Ketua FGSNI Bogor, Enjang, dan Ketua FGSNI Kabupaten Cianjur, Syaifulloh.

Audiensi yang dilakukan bertempat di Ruang Kantor Kabid Penma, diterima dengan baik oleh Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Madrasah, H.Yusuf Umar.

Dalam audiensi, Kabid Penma mengatakan bahwa Kemenag Kanwil Jawa Barat telah berusaha memperhatikan nasib para guru Honorer di lingkungan Kemenag, baik guru yg belum sertifikasi maupun untuk guru yang sudah sertifikasi, seperti pencairan TPG yang kita usahakan dua bulan dicairkan.

Terkait guru sertifikasi yang non inpassing, namun sedang mengusahakan surat keputusan Inoassing, Kanwil Jawa Barat mendukung dan mensupport usaha yang dilakukan oleh FGSNI dalam memperjuangkan turunya SK inpasiing pada tahun 2021.

Turut hadir dalam audiensi, Agus Mukhtar selaku Ketua Pengurus Pusat FGSNI beserta jajaran pengurus pusat lainya.

Dalam jumpa persnya, Agus mengatakan bahwa usaha dan perjuangan ini adalah sebuah usaha untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer yang ada di naungan Kemenag RI, khusunya guru yang sudah bersertifikat namun belum ber SK inpassing.

“Sudah 12 tahun kita menunggu SK Impassing itu,” kata Agus dalam dialog.

Hal ini tidak luput dari beberapa tahun lalu, dimana direktur GTK selalu menjanjikan adanya pemberkasan SK inpassing.

Sedangkan pada tahun 2018, Direktur GTK, Suyitno mengatakan, akan menyelesaikan persoalan terkait berhentinya program SK inoasing di tahun depan, dengan membuat payung hukum program Inoassing. “Namun pada kenyataannya, pemberkasan itu tidak pernah ada dan beliau sudah menyampaikan kendala yang dihadapi,” ucapnya.

Pada tanggal 7 Juli 2020, lanjutnya, Direktur GTK yang baru, DR.H.M. Zain juga mengungkapkan hal yang sama, dimana SK inpassing untuk 177 ribu guru akan segera diusahakan dan terealisasi pada tahun 2021, namun dalam perkembangannya, SK itu belum kunjung turun.

“Hal ini kita khawatirkan jajaran pejabat atas, dalam hal ini Direktur GTK akan kembali meminta maaf atas janji yang belum terealisasi,” ujarnya.

Dalam statemen terakhirnya, Agus menyampaikan bahwa FGSNI mendukung penuh program Pemerintah, dalam hal ini Kemenag RI dalam mensukseskan program kesejahteraan guru honorer dan sekaligus menuntut hak-hak guru honorer atas peningkatan kesejahteraannya.

Usai melakukan audensi di Kanwil, FGSNI berencana meneruskan audensinya dengan Fraksi Fraksi di DPR RI. (Lia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.