09/06/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Edarkan Pil Koplo, Empat ABG Diringkus Sat Resnarkoba Kebumen

KEBUMEN (BANYUMAS POS) – Kasus peredaran pil koplo jenis pil Hexymer berhasil diungkap jajaran Sat Resnarkoba Polres Kebumen, Polda Jawa Tengah.

Sedikitnya 4 tersangka diamankan dalam kasus tersebut, masing-masing berinisial KI (20) warga Desa Jatisasri, Kecamatan Klirong, HS (23) warga Desa Kalirejo, Kecamatan Kebumen, MR (20) warga Desa Karangsari, Kecamatan Kebumen dan KA (23) warga Kelurahan Bumirejo, Kecamatan Kebumen.

Kapolres Kebumen, AKBP Piter Yanottama melalui Kasat Resnarkoba, AKP Paryudi saat konferensi menjelaskan, para tersangka ini merupakan sindikat peredaran pil Hexymer di Kebumen.

Tersangka dijerat dengan Pasal 196 Jo. pasal 98 ayat (2), (3) UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Kasus tersebut terbongkar diawali dari ditangkapnya tersangka KI dan HS pada hari Rabu (6/4/2021) di wilayah Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen.

Polisi awalnya mendapatkan barang bukti 9 paket pil Hexymer yang dikemas plastik klip bening. Masing-masing paket berisi 10 butir pil Hexymer.

“Dari penangkapan itu, selanjutnya kita kembangkan. Lalu kita dapatkan tersangka MR dan KA selaku penyedia barang pil Hexymer kepada tersangka sebelumnya,” jelas AKP Paryudi didampingi Kasubbag Humas Polres Kebumen, Iptu Tugiman, Rabu (9/6/2021).

Kepada polisi, tersangka mengaku jika pil Hexymer didapatkan dengan cara membeli online. Tersangka MR dan KA patungan masing-masing 175 ribu Rupiah untuk membeli satu toples Hexymer yang berisi 1000 butir.

Ia mendapat keuntungan berlipat-lipat untuk tiap toples pil Hexymer yang dibelinya. Tiap toples tersangka memperoleh keuntungan Rp 3.150.000,-.

“Kurang lebih seminggu bisa habis Pak, untuk satu toples. Ya, dijual kepada teman-teman,” kata tersangka KA.

Adanya fenomena tersebut, orang tua patut waspada. Peran orangtua dalam mengawasi anak-anaknya sangat penting. Jangan sampai, anak kita justru menjadi korban penyalahgunaan narkoba jenis Hexymer yang dampaknya sangat berbahaya bagi kesehatan.

Pil hexymer merupakan obat dari golongan psikotropika golongan IV yang biasanya dipakai untuk mengobati penyakit parkinson. Obat yang mengandung bahan kimia trihexyphenidyl hydrochloride itu merupakan obat pengurang ketegangan.

Obat ini akan berdampak tidak baik bagi kesehatan jika dalam penggunaannya tidak menggunakan resep dokter. Hexymer memiliki beberapa efek samping seperti penglihatan kabur, pusing, mulut kering, dan gangguan saluran cerna. Hal ini disalahgunakan untuk mendapatkan efek mabuk. (Lia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *