30/07/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Dosen Politeknik Banjarnegara Teliti Teknik Perlancar ASI

BANJARNEGARA (BANYUMAS POS) – Di masa pandemi Covid-19, salah satu kelompok rentan terpapar Covid-19 adalah Ibu Hamil, Ibu menyusui beserta bayinya. Hal itu dikarenakan kondisi psikis maupun kelelahan fisik para ibu hamil atau menyusui yang menjadi penyebab turunnya imunitas sehingga memudahkan virus menyerang.

Di tengah merebaknya wabah Covid-19 saat ini, perhatian penting terhadap ibu menyusui terfokus pada produksi air susu ibu (ASI). Produksi ASI dapat meningkat atau menurun tergantung pada stimulasi kelenjar payudara terutama pada minggu pertama laktasi.

Faktor spesifik lainnya di antaranya gizi, frekuensi penyusuan, berat lahir, umur kehamilan saat melahirkan, umur dan paritas, stres dan penyakit akut, konsumsi rokok, konsumsi alkohol dan pil kontrasepsi.

Hal tersebut diungkapkan Dosen Kebidanan Politeknik Banjarnegara, Jawa Tengah, Ratih Subekti.

Lebih lanjut dia mengutarakan bahwa faktor yang mempengaruhi kelancaran pengeluaran ASI adalah kurang sering menyusui atau memerah payudara sehingga bayi tidak bisa menghisap ASI secara efektif akibat struktur mulut dan rahang yang kurang baik.

Selain itu, teknik perlekatan yang salah, kelainan endokrin ibu, jaringan payudara hipoplastik, dan kelainan metabolisme bayi sehingga tidak dapat mencerna ASI.

Berdasarkan riset yang dilakukan Ratih di Puskesmas PONED wilayah kerja Kabupaten Banjarnegara pada tahun 2018, beberapa ibu nifas mengakui pengeluaran ASI belum terjadi pada hari pertama meskipun mereka telah mengetahui teknik breast care bagi ibu postpartum normal.

 

“Dengan latar belakang tersebut saya berfikir penelitian kombinasi breast care dan teknik marmet penting dilakukan untuk mengetahui adakah perbedaan kelancaran pengeluaran ASI pada ibu postpartum normal kelompok intervensi dengan kelompok kontrol,” kata Ratih di kantornya (30/7/2021).

Nantinya, dapat digunakan oleh tenaga kesehatan sebagai bahan dalam memberikan pendidikan kesehatan untuk melakukan tindakan yang dapat mencegah bendungan ASI, payudara bengkak, putting lecet dan infeksi sehingga dapat mengurangi dampak yang diakibatkan dari komplikasi tersebut. Teknik Marmet ini merupakan perpaduan teknik memerah dan memijat.

Jenis penelitian yang digunakan oleh Dosen lulusan Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro bersama rekan sejawatnya, Dwi Atin Faidah tersebut adalah Quasy Exsperimental dengan rancangan post test only design with control group yaitu suatu pengukuran hanya dilakukan pada saat terakhir penelitian dengan sampel sebanyak 60 ibu postpartum.

Analisa data menggunakan uji T-Test Independent atau Mann- untuk melihat pengaruh signifikan kelancaran pengeluaran ASI setelah diberikan intervensi.

Intervensi dilakukan pada hari ke 2 setelah melahirkan sampai hari ke 5 setiap pagi dan sore, hasil kelancaran pengeluaran ASI dilihat pada hari ke 6.

“Hasil riset saya menunjukkan perbedaan pengaruh intervensi kombinasi tehnik marmet dan breast care terhadap kelancaran pengeluaran ASI pada ibu postpartum normal,” jelasnya.

Menurutnya, karena setiap ibu menyusui mempunyai kelancaran dalam pengeluaran ASI yang tidak sama, para ibu menyusui sebaiknya secara rutin melakukan perawatan payudara untuk menjaga kebersihan payudara sehingga terhindar dari infeksi.

“Selain itu, perawatan payudara dapat mengenyalkan putting susu supaya tidak mudah lecet, menonjolkan putting susu, mencegah terjadinya penyumbatan, memperbanyak produksi ASI serta untuk mengetahui sejak dini adanya kelainan,” ungkap Ratih sembari meyakinkan bahwa melakukan breastcare secara rutin dan mengkombinasikannya dengan teknik marmet dapat membantu proses produksi dan pengeluaran ASI lebih maksimal.

Inovasinya lalu telah diakui oleh Kemenham RI dengan dicantumkannya pada Surat Pencatatan Hak Cipta pada 2019. (Nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *