28/04/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Doni Monardo : Mitigasi Vegetasi, Upaya Persiapan Awal Dalam Menghadapi Bencana

CILACAP (BANYUMAS POS) – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Cilacap dalam rangka gerakan Mitigasi Vegetasi Partisipatif.

Kegiatan dihadiri, perwakilan Mabes TNI, Mayjen TNI Tedy Sambodo, perwakilan Mabes Polri, Brigjen Pol Endi Sutendi, Anggota Komisi VIII, perwakilan Kemendagri, perwakilan Kemenkes, perwakilan Diplomat Senior Kemenlu, Ahli bibit Ujungkulon, Ramli Idris, para Pejabat Utama BNPB, Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji bersama unsur Forkopimda Cilacap, Kepala Desa Bunton serta unsur Forkompimcam Adipala.

Dalam kesempatan, Kepala BNPB menjelaskan kegiatan mitigasi vegetasi partisipatif bencana sangat penting, dengan harapan kegiatan ini akan memberi pemahaman kepada masyarakat tentang cara pencegahan dan mengenali bencana.

Selanjutnya, selain itu bagaimana cara mengatasi bencana, mengetahui tempat evakuasi dan latihan simulasi pencegahan bencana alam.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat ditemui usai acara mengatakan, kegiatan ini dalam rangka penghijauan dengan menanam berbagai pohon vegetasi di Pantai Cemara Sewu, Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Rabu (28/4/2021).

Jumlah pohon jenis vegetasi yang ditanam sekitar 3313, namun jumlah tersebut masih belum cukup karena seharusnya membutuhkan jutaan pohon untuk ditanam di sepanjang wilayah pantai. Terutama dalam menghadapi abrasi dan potensi tsunami yang akan datang.

“Desa Bunton kami pilih mengingat di tahun 2006 lalu pernah dilanda gempa dan tsunami yang sumbernya dari selatan pangandaran. Selain Desa Bunton, tidak sedikit juga Desa lainnya di sepanjang pesisir pantai Cilacap ini yang terdampak tsunami dengan total korban jiwa berjumlah 165 orang,” ungkapnya.

Selanjutnya, ia menambahkan, di Kabupaten Cilacap juga pernah mengalami gempa dan tsunami pada tahun 1921. Artinya, gempa dan tsunami merupakan peristiwa yang berulang.

“Kemungkinan, pada periode puluhan bahkan ratusan tahun yang akan datang, peristiwa ini bisa saja terulang kembali. Oleh karenanya, gerakan Mitigasi Vegetasi Partisipatif ini adalah salah satu upaya kita perintah dari Presiden dengan tujuan agar mempersiapkan diri lebih awal dalam menghadapi bencana,” ujarnya.

Menurutnya, semua pihak punya kewajiban untuk melindungi wilayah pantai baik dari abrasi maupun ancaman bahaya tsunami terutama pantai-pantai yang beresiko terjadinya gempa dan tsunami.

“khususnya di pantai barat sepanjang Pulau Sumatra dan selatan Pulau Jawa serta beberapa wilayah lainnya di Sulawesi, Maluku, Maluku Utara serta di Papua bagian Utara,” imbuhnya.

Kemudian, jenis vegetasi yang dipilih ini dinilai tepat untuk pesisir pantai seperti cemara udang, ketapang laut, pule, palaka, waru, butun serta beberapa jenis tanaman lain yang mampu bertahan untuk jangka waktu yang sangat lama, usianya bisa mencapai ratusan tahun dan akarnya sangat kuat.

“Kalau kita membangun sebuah vegetasi, di sepanjang pesisir pantai, artinya kita sudah mampu memberikan perlindungan untuk generasi yang akan datang dan mari kita tingkatkan,” tandasnya.

Sementara, Danramil 08/Adipala Kapten Inf Kadisan menjelaskan luas lahan yang digunakan untuk penghijauan mencapai 7 hektare dan sudah ditanami kurang lebih 3000 pohon butun dan palaka.

“Penanaman dilakukan secara bertahap dan kedepannya akan ditanami kembali. Setiap harinya kita rawat dengan melakukan penyiraman dengan menggunakan alat bersumber dari BNI,” kata Danramil.

Camat Adipala, Teguh Prastowo mengatakan, penanaman ini sangat luar biasa dan berharap enam bulan kedepan tumbuh dengan maksimal sehingga Bunton terlihat semakin hijau. (Gal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *