23/06/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Ditjend AHU Kementkumham RI Gelar Bimtek Daktiloskopi di Rutan Kelas ll Banyumas

BANYUMAS (BANYUMAS POS) – Petugas Rutan Kelas ll terima Bimbingan Teknis (Bimtek) Daktiloskopi dari Direktorat Jenderal Administrasi Umum Kementrian Hukum dan Ham Republik Indonesia (Ditjend AHU Kementkumham RI) di Aula Rutan Kelas ll Banyumas, Selasa (22/6/2021) siang.

Dalam sambutannya, Kepala Rutan Kelas IIB Banyumas, Winarso menyampaikan kepada para peserta agar senantiasa mengikuti materi Bimtek dengan seksama oleh para narasumber dari Ditjen AHU Kementkumham RI.

“Ikuti dengan baik dan seksama ilmu Daktiloskopi ini serta aktif berkegiatan dan bertanya,” kata Karutan Banyumas.

Narasumber dari Ditjen AHU Kementkumham RI tersebut memberikan materi berupa ilmu Daktiloskopi yang mempelajari tentang sidik jari kepada para peserta petugas Rutan.

Sidik jari tersebut nantinya digunakan untuk penyelidikan dengan memanfaatkan bekas ujung jari yang tertempel pada sesuatu. Karenanya, sidik jari dianggap menjadi sumber tepercaya yang digunakan dalam penyelidikan.

Ahmad Buchari selaku Analis Sidik Jari pada Kementkumham Ditjen AHU menerangkan materi Daktiloskopi mulai dari pengertian, macam dan bentuk untuk menganalisis sidik jari hingga merumuskan sidik jari.

Lebih lanjut, para petugas Rutan Banyumas yang mengikuti Bimtek Daktiloskopi diminta agar mencoba mempraktekan mulai dari pengambilan sidik jari, menganilisis hingga merumuskan sidik jari.

“Mudah-mudahan kedepan bisa bermanfaat, ilmu yang saya berikan dan bisa diterapkan kepada bangsa dan Negara,” ujar Ahmad.

Sementara itu, salah satu peserta, Ari Setiawan yang merupakan Petugas dari Rutan kelas ll Purbalingga mengatakan, materinya yang diberikan sangat baik.

“Karena secara langsung kita dapat mengetahui apa itu Daktiloskopi dan bagaimana cara kita mengidentifikasi dan merumus sidik jari dari WBP maupun Pegawai,” tambahnya.

Petugas Rutan kelas ll Banyumas, Dwi Waluyo yang juga mengikuti kegiatan tersebut mengaku senang bisa mengambil kesempatan itu.

“Ini kesempatan yang bagus karena pelajaran Daktiloskopi pada proses perkuliahan yang umum, saya belum mempelajarinya. Walaupun singkat, kita terus berproses dalam mempelajarinya. Menurut saya ini ilmu yang unik dan menantang untuk terus dipelajari,” pungkasnya. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *