15/09/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Disporapar Cilacap Gelar Simulasi Pembukaan Obyek Wisata Alam Waduk Kubangkangkung

CILACAP (BANYUMAS POS) – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) kabupaten Cilacap sebelumnya telah melakukan simulasi pembukaan obyek wisata kemit forest sebagai role model pada hari, Senin (6/9) lalu, dimana kabupaten Cilacap masuk kategori pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3.

Setelah melakukan simulasi pembukaan di kemit forest, kali ini Disporapar Kabupaten Cilacap kembali melakukan simulasi pembukaan di obyek wisata Alam Waduk kubangkangkung yang terletak di jalan raya Kawunganten Sidareja, dengan menerapkan Protokol kesehatan yang ketat, Selasa (14/9/2021).

Simulasi dihadiri, Kabid pengembangan destinasi pariwisata, Kasidi, Kasi pengembangan usaha pariwisata Ida Farida, Analis pariwisata Agus Riyadi, Babinsa Koramil 09/Kawunganten, Serma Sugiyanto, Kanit Shabara Polsek kawunganten, Ipda Syamsudin, dan unsur Forkopimcam kawunganten.

Kepala Disporapar Kabupaten Cilacap, Tri Komara Sidhy melalui Kabid pengembangan distinasi pariwisata, Kasidi mengatakan, kegiatan simulasi ini menindaklanjuti atas surat Inmendagri dan surat Gubernur Jawa tengah terkait dengan pembukaan destinasi pariwisata di wilayah Jawa tengah.

“Sebelum dibuka, semua harus mengadakan simulasi dan simulasi ini bukan berarti langsung dibuka, akan tetapi diharapkan dengan simulasi ini untuk persiapan ketika nanti sudah masuk ke level 2 dan nantinya sudah siap di masing-masing pengelola destinasi di wilayah kabupaten Cilacap, terutama di obyek wisata waduk kubangkangkung ini,” jelasnya.

Lanjut Kasidi, simulasi ini sudah dilaksanakan dua kali, yang pertama dilaksanakan di obyek wisata Kemit forest Sidareja, kemudian simulasi kedua ini di obyek wisata waduk kubangkangkung.

Kasidi menambahkan, jadwal simulasi berikutnya pada Rabu tanggal 15 September yang akan dilaksanakan di pantai indah Widara Payung Binangun, dan untuk hari Kamis 16 September, simulasi dilaksanakan di Pantai Teluk Penyu Cilacap.

“Untuk pengunjung, nantinya pada saat masuk ke level 2, kita juga sedang menunggu Inbupnya dan kalau yang kemarin kita lihat di Inbup itu 50 persen. Mudah-mudahan nanti kita lihat perkembangannya Inbup atau Inmendagri ketika kita sudah masuk ke level 2,” terangnya.

Terkait sanksi bagi pengelola obyek wisata yang telah mengadakan simulasi dan kemudian pada pelaksanaanya melanggar aturan tersebut, nantinya akan diberikan sanksi berupa penutupan sementara kepada pengelola obyek wisata itu, kemudian kita adakan pembinaan untuk bisa buka kembali.

“Kami dari Disporapar menghimbau kepada pengelola destinasi wisata ketika kita sudah buka jangan lupa dan jangan tinggalkan prokes, kita jangan lalai terhadap prokes karena kita tidak mau adanya klaster di destinasi wisata,” tegasnya

Sementara itu, pengelola obyek wisata waduk kubangkangkung, Supriyadi menjelaskan, simulasi pada obyek wisata waduk kubangkangkung dimulai dari penyemprotan disinfektan pada loket utama dan juga di beberapa titik lokasi keramaian.

“Kita juga siapkan hand sanitizer, masker, tempat cuci tangan dengan air mengalir,” kata Supriyadi.

Sebelum masuk, pengunjung akan dicek suhu tubuh terlebih dahulu dan wajib menunjukan surat vaksin serta mematuhi Prokes. Apabila pengunjung tidak mematuhi Prokes, tidak diperkenankan masuk ke area wisata waduk kubangkangkung.

“Kami selaku pengelola obyek wisata waduk kubangkangkung mengucapkan terima kasih kepada semua steakholder atas terlaksananya simulasi pembukaan di obyek wisata waduk kubangkangkung ini,” pungkasnya. (Gal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *