27/09/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Dinas Pertanian Cilacap Gelar Vaksin Rabies Untuk Hewan Peliharaan, Sediakan 1000 dosis

CILACAP (BANYUMAS POS) – Cegah Rabies, Ratusan Hewan Peliharaan Divaksin Gratis di Cilacap. Vaksin rabies digelar Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Senin (27/9), dalam rangka memperingati Hari Rabies Sedunia pada 28 September yang diselenggarakan selama dua hari di halaman Kantor Dinas Pertanian Cilacap.

Vaksinasi melibatkan petugas dari para medik dinas setempat dan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), Stasiun Karantina Pertanian Cilacap dan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI). Selain vaksinasi rabies, juga pengobatan hewan yang diberikan secara gratis.

Dalam vaksinasi dan pengobatan hewan tersebut, Dinas Pertanian melalui Bidang Peternakan menyediakan sebanyak 1000 dosis vaksin yang diperuntukkan bagi hewan pembawa rabies seperti anjing, kucing, kera dan musang.

Kepala Dinas Pertanian Cilacap, Supriyanto mengatakan, hewan pembawa rabies (HPR) ini divaksin untuk mencegah penularan rabies dari hewan ke hewan hingga ke manusia. Ia menyatakan bahwa sampai hari ini masih zero kasus.

“Sebelum divaksin, hewan akan diperiksa oleh tim dokter hewan, jika keadaan hewan sehat maka langsung divaksin, sedangkan hewan yang tidak sehat dilakukan pengobatan terlebih dahulu, keduanya diberikan secara gratis,” ungkapnya.

Meskipun hingga kini belum ditemukan kasus rabies yang menjangkit pada manusia, vaksinasi rabies ini dilakukan sebagai upaya pencegahan. Sebab, menurutnya, tidak menutup kemungkinan HPR dari luar daerah yang masuk ke Cilacap, lolos dari pemeriksaan di perbatasan.

“Kami harapkan kalau ada kegiatan yang seperti ini segera ikut karena digelar 1 tahun sekali dan gratis. Kalau tidak sempat bisa datang aja ke instalasi hewan untuk divaksin,” harapnya.

Sebelumnya, vaksinasi juga digelar di sejumlah titik Puskeswan seperti di Majenang, Sidareja dan Kroya. “Kami berpesan kepada masyarakat yang memiliki hewan pembawa rabies untuk menjaga hewan peliharaannya dengan divaksin rabies,” tandasnya.

Kepala Bidang Peternakan, Suharyono mengatakan, dalam pelaksanaan vaksinasi dan pengobatan hewan ini, banyak ditemukan sejumlah penyakit umum hewan seperti demam, terserang gatal dan kudis.

Lanjut Suharyono, hewan yang terkena penyakit tersebut kemudian diberikan obat terlebih dahulu, sedangkan vaksinnya ditunda.

Sementara, Slamet Sugino, Kasi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Cilacap menambahkan, sejak tahun 1997, Jawa Tengah dinyatakan bebas dari rabies.

Adapun Tanda-tanda hewan terkena rabies akut, diantaranya hiper aktif, menggigit apa saja, takut cahaya, takut air, cenderung beringas, keluar air liur berlebihan. Hewan yang terserang rabies bisa mati dalam waktu 14 hari.

“Apabila ada orang yang tergigit oleh hewan dengan ciri-ciri tersebut, untuk segera diinformasikan kepada tenaga kesehatan yang menanganinya agar ditangani lebih intensif,” ujarnya.

Lebih lanjut, disampaikan bahwa penyakit rabies yang sudah menunjukkan gejala tidak bisa diobati, tetapi yang belum menunjukkan gejala masih bisa diobati dengan perlakuan khusus dari medis.

Rahmat, salah satu warga pemilik kucing persia yang ikut vaksin rabies hewan peliharaan mengaku senang adanya vaksin rabies gratis.

“Terima kasih atas vaksin gratis yang diberikan, mudah-mudah setelah divaksin kucing saya selalu sehat dan terhindar dari penyakit,” ucapnya. (Gal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *