07/07/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Diduga Setubuhi Anak Dibawah Umur, DMS Diamankan Sat Reskrim Polresta Banyumas

BANYUMAS (BANYUMAS POS) – Unit PPA Satuan Reskrim Polresta Banyumas, Polda Jawa Tengah berhasil mengamankan DMS (15) warga Kabupaten Banjarnegara karena diduga melakukan tindak pidana persetubuhan dan pencabulan terhadap SR (12) pelajar warga Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap, Senin (5/7/2021).

Kapolresta Banyumas, Kombes Pol M. Firman Lukmanul Hakim melalui Kasat Reskrim, Kompol Berry menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada hari Sabtu (3/7) sekitar pukul 19.00 WIB di sebuah pekarangan yang beraada di Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas.

Berawal dari korban yang berkenalan dengan pelaku DMS melalui media sosial. Kemudian pelaku mengajak ketemuan. Pada saat bertemu, pelaku mengajak ke arah sebuah gubug, dimana pada saat itu dalam keadaan sepi.

“Pelaku merayu SR untuk masuk ke gubug namun korban menolak, tetapi pelaku memaksa dengan menarik tangan sesampainya di gubug pelaku menyetubuhi korban,” terangnya.

Kejadian tersebut diketahui oleh pelapor Sarwin (34) warga Kecamatan Sampang, Cilacap setelah mencari keberadaan anaknya yang belum juga kembali ke rumah hingga malam hari. Pelapor juga meminta bantuan tetangga untuk ikut mencari.

Setelah beberapa saat, korban dan pelaku diantarkan pulang oleh Saksi Agus (30) dan Saksi Sahlan (50). Sesampainya korban dan pelaku pulang ke rumah, pelapor dan keluarga menanyakan kepada korban kemudian korban mengakui bahwa dirinya disetubuhi oleh pelaku, mendengar hal tersebut kemudian pelapor melaporkan ke pihak Kepolisian.

Saat ini, pelaku DMS beserta barang bukti telah diamankan di Mapolresta Banyumas guna penyidikan lebih lanjut.

Barang bukti yang diamankan berupa 1 potong gamis warna kuning kunyit kombinasi abu-abu, 1 potong celana pendek warna merah, 1 potong BH warna ungu motif bunga, 1 potong celana dalam warna pink dan 1 potong kerudung warna hitam.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 81 dan Pasal 82 UU No. 35 Tahun 2014 Jo UU No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 1 Tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman pidana paling lama 15 tahun penjara,” pungkasnya. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *