12/11/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Diduga Epilepsi Kambuh, Warga Pengadegan Tewas Jatuh ke Sumur

PURBALINGGA (BANYUMAS POS) – Seorang perempuan bernama Suryanti (20) warga Desa Bedagas, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga ditemukan tewas di dalam sumur, Kamis (11/11) malam. Diduga sakit epilepsi yang diderita korban kambuh sehingga ia jatuh ke sumur yang ada di sekitar rumahnya.

Kapolsek Pengadegan, AKP Susilo mengatakan bahwa korban ditemukan sekitar pukul 18.30 WIB sudah mengapung di dalam sumur. Korban pertama kali ditemukan oleh ayahnya yang bernama Tursani (65).

Berdasarkan keterangan ayah korban, ia pulang dari sawah sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, ayah korban tidak menemukan anaknya di dalam rumah. Ayahnya mengira anaknya ikut ibunya membantu tetangga yang sedang hajatan.

“Saat istrinya pulang menyampaikan bahwa anaknya tidak ikut. Keduanya kemudian mencari keberadaan anaknya di sekitar rumah,” jelas kapolsek.

Saat mencari di sekitar kamar mandi, keduanya mendapati kayu penutup sumur sudah rusak. Saat dilihat ke dalam sumur terlihat anaknya berada di dalamnya dengan kondisi sudah mengapung.

“Mendapati hal tersebut ayah korban kemudian meminta tolong warga. Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan kepada perangkat desa dan pihak kepolisian,” tandas kapolsek.

Polisi dari Polsek Pengadegan dan Inafis Polres Purbalingga yang datang kemudian melakukan pemeriksaan TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Setelah dilakukan evakuasi kemudian bersama petugas medis memeriksa jenazah korban.

Disampaikan bahwa hasil pemeriksaan petugas medis Puskesmas Pengadegan diperoleh keterangan bahwa di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Dari mulut korban keluar buih, diduga penyakit epilepsi yang diderita korban kambuh sebelum kejadian.

“Diduga penyakit epilepsi yang diderita korban kambuh saat berada di dekat sumur. Sehingga korban jatuh masuk ke dalam sumur dan meninggal dunia,” katanya.

Kapolsek menambahkan, setelah dilakukan pemeriksaan kemudian jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk di makamkan. Keluarga menerima kejadian sebagai suatu musibah dan tidak menghendaki dilakukan outopsi. (Mar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *