07/11/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Dian Purnama : Kejaksaan Menunggu Penghitungan Kerugian Negara Dari Inspektorat, Umam : Segera Diproses

CILACAP (BANYUMAS POS) – Puluhan orang dari Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI), Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Kesugihan dan Jeruklegi kembali mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Cilacap, Jumat (05/10) pagi, kemudian dilanjutkan ke Kantor Inspektorat Cilacap.

Kedatangan mereka guna meminta kejelasan dari pihak Kejari Cilacap perihal tindaklanjut kasus yang menyangkut Kepala Desa Kesugihan Kidul, Kecamatan Kesugihan dan Kepala Desa Sumingkir, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap.

Diketahui bahwa kasus yang menyangkut Kepala Desa Kesugihan Kidul dan Kepala Desa Sumingkir ini sebelumnya sudah lama dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Cilacap oleh masyarakat, namun hingga saat ini belum ada kepastian terkait status kedua Kepala Desa yang dilaporkan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Cilacap, Dian Purnama didampingi Jaksa Fungsional, Agus Suhartanto menemui perwakilan LSM GMBI KSM Kesugihan dan Jeruklegi tersebut di ruang kerjanya guna memberikan penjelasan.

Usai pertemuan, Kepala Seksi (Kasi) Intelijen, Dian Purnama didampingi Jaksa Fungsional, Agus Suhartanto menyampaikan kepada awak media bahwa kasus yang tengah ditangani oleh pihak Kejaksaan saat ini masih dalam proses dan sedang dilakukan penghitungan kerugian negara oleh pihak Inspektorat Cilacap.

“Untuk menjadi berkas yang layak disidangkan, kita membutuhkan dua alat bukti. Salah satu unsurnya adalah kerugian negara. Dalam hal ini kita menunjuk Inspektorat agar menghitung kerugian negara atas kasus ini yang nantinya untuk mendukung alat bukti,” kata Dian.

Dian menjelaskan, pihaknya telah menindaklanjuti, namun menunggu hasil penghitungan kerugian negara oleh pihak Inspektorat Cilacap. “Lama tidaknya, bisa cepat dan bisa tidak itu tergantung kasusnya,” ujarnya.

Sementara, Ketua KSM Jeruklegi, LSM GMBI, Sarno Jamil saat ditemui awak media mengatakan bahwa laporan kasus Desa Sumingkir dan Kesugihan Kidul sudah masuk ke Inspektorat.

“Hasil investigasi Kejaksaan perihal kasus Desa Jeruklegi dan Kesugihan Kidul dari Kejaksaan diserahkan ke Inspektorat pada bulan Oktober 2021, sedangkan pelaporan awal kasus ini sejak bulan Agustus tahun 2020 lalu,” ungkapnya.

Namun, lanjut Sarno, ada yang perlu direvisi perihal berkas kasus Desa Jeruklegi pada halaman 40, sehingga pihaknya diminta oleh Inspektorat untuk menunggu hasil revisi.

“Tadi kami sudah menemui pihak Kejaksaan dan menyarankan untuk menemui pihak Inspektorat dan kami telah menemui bu Hesti perwakilan dari Inspektorat dan sudah meminta penjelasan perihal penghitungan kerugian negara, namun pihak Inspektorat belum bisa memastikan dan belum bisa memberikan jawaban,” kata Muadibul Umam, penasehat Distrik Kesugihan.

Umam berharap Kejaksaan Negeri Cilacap dapat segera mengambil keputusan dan memproses agar kasus tersebut dapat segera terselesaikan. (Gal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *