09/04/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Delapan Remaja Pelaku Pengeroyokan Diamankan Polres Cilacap

CILACAP (BANYUMAS POS) – Satuan Reserse Kriminal Polres Cilacap, Polda Jawa Tengah berhasil mengamankan pelaku pengeroyokan ketua geng remaja atau ABG berusia 17 tahun yang mengakibatkan korban tersebut tewas.

Kejadian itu bermula saat seorang pemuda dikeroyok oleh temannya sendiri. Namun korban meninggal saat dibawa menuju rumah sakit. Peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi di lapangan Desa Widarapayung pada pertengan bulan Maret lalu.

Pelaku yang berjumlah delapan orang tersebut berhasil diamankan Satuan Reserse Kriminal Polres Cilacap. Tujuh diantaranya masih di bawah umur.

Kapolres Cilacap, AKBP Leganek Mawardi saat konferensi pers menjelaskan, pihaknya mendapat laporan adanya orang yang mengalami luka-luka di lapangan Desa Widarapayung Wetan.

Lebih lanjut, petugas kemudian melarikannya ke rumah sakit, namun beberapa saat dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit.

“Kasus pengeroyokan tersebut mengakibatkan korban meninggal dunia. Korban berinisial ABP remaja berusia 17 tahun,” jelas Kapolres.

Konferensi Pers ini digelar Polres Cilacap di halaman Mapolres Cilacap, Jumat (09/04).

Kapolres menambahkan, dari hasil penyelidikan dan laporan keluarga korban, bahwa korban pernah dijemput oleh temannya yang merupakan satu kelompok yang sering nongkrong di wilayah Binangun, Kroya dan sekitarnya.

“Telah diamankan delapan orang tersangka, namun tujuh tersangka masih di bawah umur, sehingga kita laksanakan peradilan khusus anak, dan satu tersangka yang sudah dewasa berinisial DC berumur 20 tahun asal Pucung Kidul Kroya,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk motif pengeroyokan, diduga dilatarbelakangi emosi tersangka karena sering ditekan oleh korban, serta sering disuruh minta uang di jalan (malak).

“Korban ini dari keterangan tersangka adalah ketua kelompok, selain itu juga ada latarbelakang asmara, sehingga terjadi kesalahpahaman diantara mereka, pengeroyokan dilakukan dengan tangan kosong,” kata Kapolres.

Sementara itu, berdasarkan keterangan tersangka DC mengatakan, ia kesal karena sering disuruh dan diancam oleh korban.

“Sering disuruh ngamen, suruh meminta nasi, terus mau dipukulin. Saya menyesal (mengeroyok),” ucapnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara. Sedangkan tersangka yang masih di bawah umur dikenakan pasal 80 ayat (1) ayat (3) UU nomor 35 tahun 2017, dengan ancaman penjara paling lama 3 tahun 6 bulan atau denda paling banyak Rp 72 juta. (Gal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *