02/08/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Dandim dan Kapolres Cilacap Ikuti Analisa dan Evaluasi pelaksanaan PPKM Jateng dan DIY, Ini Kata Kapolda

CILACAP (BANYUMAS POS) – Komandan Kodim 0703/Cilacap, Letkol Inf Andi Afandi bersama Kapolres Cilacap, AKBP Leganek Mawardi memimpin Jajarannya mengikuti acara Analisa dan Evaluasi pelaksanaan PPKM Darurat Level 1-4 di wilayah Provinsi Jawa Tengah dan DIY di lantai 2 Aula Rupatama Polres Cilacap, Senin (2/8/2021).

Acara Analisa dan Evaluasi pelaksanaan PPKM Darurat tersebut dipimpin langsung Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Rudianto dan Kapolda Jateng, Irjen. Pol. Drs. Ahmad Luthfi yang secara virtual diikuti oleh seluruh Pimpinan Satuan TNI dan Polri di wilayah Profinsi Jawa Tengah dan DIY.

Dalam arahannya, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Ahmad Luthfi menekankan kepada seluruh jajaran Kepolisian dibawahnya agar waspada dan tidak lengah terhadap situasi Kamtibmas di wilayahnya terlebih lagi menjelang HUT RI yang ke 76, Waspada akan adanya terorisme walaupun hingga saat ini kita masih terus fokus menghadapi situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

Kapolda mengingatkan agar pos-pos Polri yang tidak dipakai, apabila ada simbol simbol atau coretan coretan agar di cat kembali atau dihilangkan. Juga kegiatan yang bersifat kontraaktif jangan sampai terjadi.

“Jangan dipertontonkan seperti kegiatan vaksinasi yang sampai terjadi kerumunan, itu tidak boleh. Seperti yang di lakukan di Polres Banyumas, tidak siap dengan Prokes. Apapun alasannya tidak di benarkan bila terjadi kerumunan walaupun kegiatan vaksinasi,” ujarnya.

Irjen Pol. Ahmad Luthfi menekankan agar segera singkronkan data Covid-19 yang valid antara Polsek, Koramil, Puskesmas. Ada Babinsa, Bhabinkambmas difungsikan.

“Jangan lagi ada yang tidak mendukung kegiatan pengendalian Covid ini. Semua belajar dengan Polres Kudus dan Kodim Kudus dalam penanganan dan pengendalian Covid-19 secara signifikan,” tandasnya.

Sementara itu, Pangdam lV Diponegoro, Mayjen TNI Rudianto menegaskan bahwa bantuan-bantuan untuk penanganan Covid-19 harus sampai ketingkat bawah. Pangdam juga mengharapkan kepada Tim Tracer dilapangan untuk memaksimalkan perannya agar data yang diperoleh riil sesuai fakta di lapangan.

“Pastikan bantuan untuk Covid jangan sampai di potong di Daerah masing-masing. Testing, tracing dan treatment agar terus dilakukan karena belum maksimal, masih belum sama antara daerah yang satu dengan daerah yang lain,” katanya.

Lebih lanjut, dikatakan, Tim Tracer harus benar-benar bekerja dengan data yang rill, fakta di lapangan. Rekap data yang ada di lapangan secara manual, catat di buku setiap hari, Babinsa melaporkan ke Koramil, Bhabinkamtibmas melaporkan ke Polsek sehingga data sama antara Polsek, Koramil, Puskesmas dan Dinkes.

Dalam kesempatan itu, Pangdam IV Diponegoro menyampaikan bahwa saat ini Kodam IV telah mendistribusikan obat herbal dengan nama bergas waras untuk menambah stok obat yang akhir-akhir ini stoknya habis. Dalam penanganan dan pengendalian Covid-19, Pangdam juga menghimbau kepada para Danrem, Dandim dan Kapolres agar gunakan metode terobosan penanganan dan pengendalian Covid-19 sesuai dengan keadaan wilayahnya masing-masing.

Usai mengikuti Analisa dan Evaluasi pelaksanaan PPKM melalui Vidio Conference oleh Kapolda dan Pangdam IV Diponegoro, Kapolres dan Dandim Cilacap secara virtual menekankan kepada seluruh jajarannya agar beberapa penekanan dari pimpinan ditindaklanjuti oleh jajarannya.

Kapolres Cilacap mengharapkan agar komunitas komunitas yang belum divaksin agar diikutkan di tingkat Kecamatan agar tidak terjadi kerumunan, termasuk kegiatan woro-woro, karena menurutnya hal ini sangat efektif untuk memberitahukan kepada masyarakat. Serta kegiatan lainnya.

“Samakan data yang terpapar Covid. Sekarang juga adakan pendataan ulang secara manual kemudian dicatat agar sama. Adakan Baksos untuk meringankan warga, penyemprotan desinfektan lanjut, jangan berhenti untuk memutus mata rantai karena kita hidup berdampingan dengan Corona, tentunya dengan tata kehidupan yang baru,” katanya.

Dandim 0703/Cilacap Letkol Inf Andi Afandi, menambahkan, dalam penanganan Covid-19 Tim harus kompak dalam menjalankan tugas, jangan melihat kemana-mana agar bisa fokus di wilayah Kabupaten Cilacap.

“Saling peduli sesama, tolong-menolong, jiwa sosial kita kedepankan. Ingat, kita bagian dari garda terdepan, jangan lupakan tanggungjawab kita. Kita punya kelemahan, kekurangan, dan kelebihan, jadikan itu semua sebagai pelengkap semangat kebersamaan dalam melaksanakan tugas kita,” pungkasnya. (Gal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *