05/07/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Bupati Tegaskan Kabupaten Banjarnegara Tidak Masuk Zona Merah

BANJARNEGARA (BANYUMAS POS) – Hingga saat ini, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah masih masuk zona hijau-kuning.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono dalam keterangan pers yang dilakukan di ruang kerjanya pada, Selasa (29/6/2021).

Maraknya isu bahwa Banjarnegara masuk zona merah Covid-19, dibantah langsung oleh Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono.

“Saya tegaskan bahwa sampai dengan hari ini, Selasa tanggal 29 Juni 2021, saya nyatakan Banjarnegara masih zona hijau-kuning,” kata Bupati yang juga Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten.

Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono saat menggelar konferensi pers didampingi Kepala Dinas Kesehatan, dr Latifa Hesty Purwaningtyas, Kepala BPBD, Aris Sudaryanto, serta Kepala Dinas Kominfo, R. Riono Rahadi Prasetyo.

Menurutnya, dari 266 desa dan 12 kelurahan yang ada di Banjarnegara, hanya ada satu desa yang saat ini masuk zona oranye. Itu pun sebenarnya hanya satu RT. Namun, wilayah tersebut saat ini terus dipantau oleh Pemkab.

“Ada satu Desa yang statusnya zona oranye. Kalau keseluruhan yakni 278 Desa dan Kelurahan di Banjarnegara hijau-kuning kecuali satu Desa itu dan itu pun hanya satu RT,” ujarnya.

Bupati menjelaskan, jumlah pasien Covid-19 di Banjarnegara yang saat ini menjalani perawatan di empat rumah sakit di Banjarnegara berjumlah 162 orang. Sedangkan isolasi mandiri 738 orang dan karantina di Puskesmas 16 orang.

Sedangkan secara akumulasi sejak Maret 2020 hingga Juni 2021, kasus Covid-19 di Banjarnegara mencapai 4.719 orang. Dari jumlah tersebut 3.552 orang dinyatakan sembuh.

Sementara yang meninggal dunia dari bulan Maret 2020 sampai sekarang ada 251 orang. Orang yang dalam perawatan 916 orang yang terdiri dari rawat inap di 4 rumah sakit 162 orang, isoman 738 orang dan karantina di Puskesmas Sigaluh 16 orang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara, dr Latifa Hesti Purwaningtyas menyampaikan perihal perbedaan status zona di Banjarnegara.

“Perbedaan ini karena Pemkab Banjarnegara mengacu pada PPKM Mikro, dimana apabila dalam 1 RT tidak ada kasus berarti hijau, kalau ada kasus antara 1-2 itu kuning, kasusnya 3-5 itu oranye dan lebih dari 5 orang itu merah,” jelasnya.

Sedangkan dari Pemprov ada 14 kriteria diantaranya, kasus aktif, kasus sembuh, BOR rumah sakit, BOR ICU serta kriteria lainnya. Bisa juga terjadi karena data di web site belum di-update, sehingga angkanya masih merupakan data lama.

Dalam upaya menangani pandemi, Pemkab Banjarnegara tengah gencar melakukan sosialisasi Protokol kesehatan. Pemkab juga rutin mengirimkan susu ultra dan suplemen untuk tenaga kesehatan serta pasien di rumah sakit dan 35 puskesmas yang ada.

Kabar terbaru, Pemkab bersama TNI mengirimkan 5000 dus susu. Di samping itu, kegiatan sosial masyarakat seperti hajatan, masih diizinkan dengan syarat dan mempedomani PPKM Mikro serta melaksanakan Protokol kesehatan yang ketat. (Nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *