20/10/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Buku Gotong Royong Memutus Rantai Kekerasan Resmi Diluncurkan

CILACAP (BANYUMAS POS) – Buku berjudul ‘Gotong Royong Memutus Rantai Kekerasan’ yang berisi hasil liputan lapangan di Kampung Laut, Cilacap, inspirasi dari program pengasuhan karya Mino Martani resmi diluncurkan Selasa (19/10) di Aula Akademi Maritim Nusantara (AMN) Cilacap.

Buku yang ditulis oleh Sutriyono tersebut dibedah Romo Carolus Burrows, OMI selaku Ketua Yayasan Sosial Bina Sejahtera (YSBS) Cilacap, akademisi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Tri Wuryaningsih dan Kepala Seksi Perlindungan Anak Dinas Keluarga Berencana, Perempuan, Perlindungan Anak (KBPPPA), Kartika Laras Sari.

Sutriyono mengatakan, buku tersebut merupakan liputan lapangan di dua desa yakni Desa Panikel dan Desa Ujunggagak, Kecammatan Kampung Laut, Cilacap.

“Fokus liputan pada karya YSBS Cilacap unit karya Mino Martani yang mendampingi masyarakat setempat mengenal dan mempraktikkan pengasuhan atau parenting yang baik,” jelas Sutriyono.

Dalam buku tersebut, lanjutnya, topiknya adalah bagaimana masyarakat belajar mengurangi dan mencegah tindak kekerasan dalam pengasuhan. Hal ini tak lepas dari kondisi sosial budaya masyarakat Kampung Laut.

Sementara, Romo Carolus Burrows, OMI selaku Ketua Yayasan Sosial Bina Sejahtera (YSBS) Cilacap merasa prihatin tingginya angka kekerasan terhadap anak yang terjadi di Kampung Laut, Cilacap. Ia berharap adanya program pengasuhan karya Mino Martani ini agar bersama-sama memutus rantai kekerasan.

Menurut Romo Carolus, para orang tua tidak mengerti bahwa memarahi merupakan pelecehan ferbal. Adapun pelecehan seksual dan lainnya. “Ini tidak disadari oleh orang tua. Melalui program pengasuhan ini, semoga para orang tua menjadi lebih sadar sehingga kekerasan tidak lagi terjadi. Jangan sampai generasi penerus mengalami hal serupa,” ujarnya.

Diketahui bahwa sejak tahun 2017, dua Desa di Kecamatan Kampung Laut, Cilacap yakni Desa Panikel dan Ujunggagak mendapat pendampingan pendidikan parenting atau pengasuhan anak.

Upaya tersebut diperjuangkan warga bersama Yayasan Sosial Bina Sejahtera (YSBS) Cilacap melalui unit karya Mino Martani dan ChildFund International di Indonesia lewat lembaga Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat atau PATBM. Warga yang pernah menjadi korban kekerasan akan menjadi penggerak utama PATBM. (Gal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *