28/10/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Barang Bukti Perkara Tindak Pidana Umum dan Tindak Ringan Dimusnahkan Oleh Kejari Kebumen

Barang Bukti Perkara TEBUMEN (BANYUMAS KEBUMEN (BANYUMAS POS) – Kejaksaan Negeri Kebumen memusnahkan barang bukti perkara Tindak Pidana Umum dan Tindak Pidana Ringan yang sudah memiliki Kekuatan Hukum Tetap (Inkracht) di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Kebumen, Rabu (27/10).

“Barang-barang dari Tindak Pidana Umum dan Tindak Pidana Ringan yang kita musnahkan sebagai bentuk publikasi kepada masyarakat luas bahwa kejahatan dengan barang bukti ini merupakan hal yang melanggar hukum,” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri Kebumen, Drs. Fajar Sukristiyawan, SH., MH.

“Barang bukti yang dimusnahkan berupa sabu, kosmetik, alat pembunuh, handphone. Ini kita musnahkan sebagai bagian publikasi. Tidak ada yang kita simpan sesuai keputusan pengadilan, jika itu memang harus dimusnahkan kita musnahkan,” jelasnya.

Sementara, Bupati Kebumen, H. Arif Sugiyanto mengucapkan terima kasih. “Ini bentuk komitmen negara dan sinergitas antara Kejaksaan Negeri dengan TNI-Polri, tentunya hal ini hal yang baik bahwa komitmen dari Negara untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera diwujudkan oleh penegak hukum yang baik, kita lihat hasilnya yang dimusnahkan cukup banyak,” katanya.

Arif juga mengajak masyarakat untuk menghentikan kejahatan yang merugikan diri sendiri, apalagi yang merugikan orang lain, inilah yang paling penting.

“Untuk kasus asusila di Kebumen cukup besar dan angkanya sangat tinggi, ini tentunya P3A nantinya yang akan turun langsung dan juga mendampingi langsung. Hal ini harus kita hindari, apalagi pengunaan ‘baged’ terhadap asusila cukup tinggi,” tandasnya.

Dalam pelaksanaan pemusnahan barang bukti, lanjut Bupati, merupakan kerja keras dari penegak hukum untuk menjadikan Kebumen lebih kondusif, sejahtera dan berakhlak. Ia menyebut, di wilayah Kabupaten Kebumen cukup tinggi terkait hukum. “Dan ini menjadi perhatian saya sebagai Bupati,” ucapnya.

Disampaikan Arif, perlu adanya pendekatan kepada para alim ulama. “Pendekatan dengan rohaniawan, insyaallah kalau kita mendekatkan dengan hal-hal kebaikan, kita akan terbawa ke arah yang lebih baik tidak ada hal yang tidak mungkin karena di bumi kita diberi beban dan cobaan,” ujarnya.

Menurutnya, orang yang hebat adalah yang mampu melaksanakan ujian. “Itu yang paling penting kita pahami. Narkoba harus kita berantas dan ada kosmetik harus kita jaga bersama untuk perlindungan para ibu-ibu, di mana kosmetik disini pastinya ada merkurinya. Kita lihat disini adalah tembakau tembakau gorila tembakau sintetis,” tuturnya.

Lebih lanjut, dikatakan bahwa banyak kandungan plastik, serta ada juga sajam yang contohnyq di Kecamatan Ambal, ada juga alat perjudian yang baru semarak di kebumen dan alat komunikasi handphone yang digunakan untuk melaksanakan transaksi.

Adapun Barang Bukti yang dimusnahkan sbb :

1. HP : 32 UNIT HP

2. Senjata Tajam : 5 Buah

3. 3207 (tiga ribu dua ratus tujuh) butir HEXYMER, 269 (dua ratus enam puluh sembilan) butir TRAMADOL, 20 (dua puluh) butir RIKLONA, 1 (satu) butir ALPRAZOLAM, 8 (delapan) butir VITACIMIN, 252 (dua ratus lima puluh dua) butir YARINDO

4. Kosmetik (112 jenis)

5. Narkotika : 578,4285 gram sabu-sabu, 90 gram tembakau gorila, 239.3816 gram tembakau sintetis

6. Uang Palsu : 1.772 (SERIBU TUJUH RATUS TUJUH PULUH DUA) LEMBAR RP100.000,00

7. 15 (lima belas) botol anggur merah, 21 (dau puluh satu) botol bir singaraja, 6 (enam) botol anggur 500, 2 (dua) ciu botol besar, 6 (enam) ciu botol kecil.

Dengan Teknis :

1. HP dan Sajam dihancurkan dengan cara dipotong-potong menggunakan mesin pemotong (grenda) sampai menjadi potongan kecil-kecil;

2. Minuman keras dimusnahkan dengan cara isinya dibuang di dalam drum dan botolnya di pecahkan, lalu dibuang di saluran pembuangan air;

3. Alat-alat perjudian berupa kartu remi, kupon togel, buku-buku rekapan nomor togel dan kertas karbon dimusnahkan dengan cara dihancurkan menggunakan mesin penghancur kertas;

4. Uang palsu dimusnahkan dengan cara dibakar; Barang Bukti Perkara Narkotika dan 5. Obat-obatan dihancurkan dengan cara dihancurkan menggunakan blender sampai tidak berbentuk butiran obat lalu dibuang di saluran pembuangan air. (Lia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *