26/08/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Bahas PPKM Level 4, Dandim Sarankan Adanya Tempat Isoter di Cilacap

CILACAP (BANYUMAS POS) – Menyikapi perkembangan situasi saat ini dengan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di wilayah Kabupaten Cilacap, TNI Kodim 0703/Cilacap memandang perlu adanya konsolidasi dari berbagai pihak untuk merapatkan barisan guna bersama-sama menghadapi kondisi tersebut.

Terkait hal itu, Kodim 0703/Cilacap menggelar diskusi bersama Dinas Kesehatan dan BPBD Cilacap terkait kebijakan pemerintah di PPKM Level 4 di Aula Satya Kartika Kodim Jalan Jenderal Sudirman Nomor D-1, Kamis (26/8/2021).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Dandim 0703/Cilacap, Letkol Inf Andi Afandi, Kepala BPBD Cilacap, Wijonardi, Kepala Dinas Kesehatan Cilacap, dr Pramesti Griana Dewi dan para perwira staf beserta jajaran Danramil.

Dalam kesempatan itu, Dandim Cilacap, Letkol Inf Andi Afandi mengatakan, dari sudut pandang TNI, tanggung jawab adalah dinamis karena bagaimana pun juga organisasi tetap harus berjalan serta rantai komando adalah garis wewenang tanpa putus yang membentang dari puncak pimpinan sampai bawah.

Dandim menyampaikan, pada kesempatan ini kita menggelar forum diskusi, dalam hal ini sudut pandang kami sebagai TNI adalah sebagai tracer.

Di lapangan, Lanjut Dandim, para Babinsa, Babinkamtibmas, Danramil dan Kapolsek sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membantu kegiatan tracing dan upaya menurunkan penyebaran Covid-19 di wilayah binaannya.

“Belakangan adanya kebijakan PPKM naik menjadi level 4 dan ini harus kita dukung bersama,” tegasnya.

Data menunjukan kasus positif di Cilacap mengalami penurunan tapi angka kematian justru naik. Angkanya sudah mencapai 2.000 orang. Guna mengantisipasi melonjaknya kembali angka positif Covid-19 perlu adanya strategi yang tepat dalam menghadapinya.

“Kami sarankan perlu adanya tempat isolasi terpusat (isoter) khusus untuk warga yang terpapar Covid-19. Sementara bagi warga yang saat ini menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah tetap dipantau dan diberi obat agar lekas sembuh,” ujar Dandim.

Dandim menambahkan, TNI juga akan membantu penyembuhan warga yang terpapar Covid-19 dengan mendistribusikan obat isoman.

“Inilah semangat kami, semangat kita semua bahwa peran Kodim itu nyata dan totalitas kecintaan kami kepada masyarakat Cilacap dan umumnya kepada bangsa,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Cilacap, dr Pramesti Griana Dewi menuturkan, status PPKM telah melalui berbagai kajian, artinya ada pertimbangan kenapa levelnya dinaikan dari level 3 ke level 4.

Pramesti menyampaikan bahwa hal ini bisa dilihat dari kategori asesmen level berdasarkan Inmendagri Nomor 22 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat wilayah Jawa Bali.

“Hal ini juga terkait input data. Data pusat sangat jauh dari data riil, selain itu ada keterlambatan input data dari provinsi ke pemerintah pusat, ini yang menjadi penyebab Cilacap menjadi level 4,” tuturnya.

Kadinkes sendiri mendukung arahan Dandim Cilacap terkait penyediaan tempat isoter sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19 di masyarakat.

“Kami setuju dengan gagasan tersebut dan memang sebaiknya kita harus punya tempat isoter. Kemudian untuk tracing, kita sudah punya aplikasi tracing tapi belum aktif,” pungkasnya. (Gal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *