31/05/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Babinsa Bersama Warga Kerja Bakti Perbaiki Tanggul Jebol

Cilacap (Banyumas Pos) – Air laut rob menyebabkan tanggul di pesisir Pantai Tegalkamulyan Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap jebol dan masuk ke pemukiman warga. Terjadinya air laut rob diperkirakan sudah berlangsung selama tiga hari.

Mengantisipasi adanya rob susulan, Babinsa Koramil 01/Cilacap Kelurahan Tegalkamulyan, Sertu Isminanto bersama Kelompok Mitra Bina Wijaya, BNPB, Pokdarwis, Rapi dan warga masyarakat setempat menggelar kerja bakti pembuatan tanggul di pesisir laut Pantai Tegalkamulyan, Minggu (30/5/2021).

Babinsa Koramil 01/Cilacap Kelurahan Tegalkamulyan, Sertu Isminanto menjelaskan, besarnya angin laut menyebabkan kondisi air laut dalam tiga hari yang lalu semakin membesar sehingga melewati tanggul.

Dia menambahkan, kondisi itulah yang menyebabkan jebolnya tanggul karena tidak kuat menahan hantaman air laut tersebut.

Melihat kondisi tersebut, kemudian dilakukan kerja bakti perbaikan tanggul yang sudah direncanakan oleh pihak Kelurahan, Babinsa dan komponen masyarakat lainnya.

Pelaksanaan kerja bakti perbaikan tanggul memang sudah di rencanakan 3 hari yang lalu, namun karena kondisi air laut yang semakin membesar bahkan melewati tanggul, maka kegiatan kerja bakti urung dilakukan.

“Beruntung saat ini air laut turun sehingga kegiatan perbaikan tanggul baru bisa dilakukan pada hari ini,” kata Babinsa.

Sebelum pelaksanaan kerja bakti, dalam kesempatannya, Babinsa menyampaikan ucapan terima kasih kepada rekan dari elemen masyarakat, atas kerja samanya dalam pembuatan tanggul untuk mencegah terjadinya air laut masuk ke daratan.

“Kegiatan ini juga di masukan sebagai program karya bakti TNI Satkowil yang merupakan program kerja semester l tahun 2021,” ujarnya.

Menurutnya, puncak air laut pasang terjadi pada hari Senin besok. Hal ini didasarkan pada perkiraan cuaca dari BMKG Kabupaten Cilacap.

Lebih lanjut, pada saat pelaksanaan kerja bakti pembuatan tanggul, air laut kembali menerjang tanggul yang sudah dibuat sehingga kegiatan untuk sementara.

“Kerja bakti ini dihentikan karena air laut kembali menerjang tanggul dan menghanyutkan karung yang sudah berisi pasir dan kami akan memantau terus perkembangan lebih lanjut. Apabila kondisi air laut surut, kerja bakti bisa dilakukan kembali,” pungkasnya. (Gal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *