07/01/2022

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Audensi Kokopede Jilid II Belum Membuahkan Hasil, Ini Alasanya

KEBUMEN (BANYUMAS POS) – Ketua DPRD Kabupaten Kebumen, H. Sarimun bersama para Wakil Ketua DPRD beserta para Ketua Fraksi DPRD Kabupaten Kebumen menyambut kedatangan Kokopede di Kantor DPRD Kabupaten Kebumen untuk beraudensi, Kamis (6/1/2021).

Namun, saat berada di ruangan Pimpinan, pihak DPRD meminta hanya perwakilan saja dari Kokopede berjumlah 8 orang yang ikut dalam audensi Jilid ll tersebut mengingat masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Menanggapi hal tersebut, pihak Kokopede merasa keberatan hingga memutuskan untuk tidak melanjutkan audensi dan kemudian meninggalkan kantor DPRD.

Ketua DPRD Kabupaten Kebumen, H. Sarimun menjelaskan, pihak dari Kokopede sudah diterima di ruangan Pimpinan, namun untuk audensi dibatasi sehingga hanya 8 orang yang diijinkan. Sedangkan dari Kokopede menghendaki harus 50 orang untuk masuk ruangan audensi.

“Kami sudah sepakat melalui rapat Fraksi DPRD kemarin, keputusannya adalah menerima di ruangan Pimpinan dan hanya 8 orang diperbolehkan. Namun, pihak Kokopede menghendaki 50 orang untuk masuk ruangan audensi sehingga kami tidak ijinkan,” katanya.

Lebih lanjut, Sarimun menyampaikan bahwa pihaknya memberikan waktu dengan adanya jumlah orang yang bisa masuk sesuai dengan Poksinya, namun dari pihak Kokopede tidak ada konfirmasi lagi untuk melanjutkan audensi sehingga audensi kali ini dibatalkan.

“Dari eksekutif sebelumnya juga telah memberikan jawaban dalam audensi pertama, dan nantinya akan kita bacakan dalam audensi kedua,” ucapnya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kebumen, Agung Prabowo menambahkan, pihaknya sudah bekerja secara ketentuan dan peraturan sesuai poksi DPRD.

“Kami menerima bukan menolak. Dan kami mengedepankan aspirasitif dan komodatif. Kami pun telah menyiapkan tempat audensi di tempat ruang Pimpinan. Dasarnya ini merupakan keputusan rapat pimpinan dewan dan fraksi dengan keterbatasan ruangan dan kursi, namun tidak menghilangkan subtansinya,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, seharusnya Kokopede siap menerima jawaban dari eksekutif, yang mana DPRD Kebumen sudah melaksanakan rapat dengan memanggil OPD terkait.

DPRD sendiri sudah menerima jawaban kuisioner dari eksekutif. Dari Ketua DPRD sudah menyampaikan atas tanggapan yang disampikan dari eksekutif, namun ada instruksi dari pihak Kokopede yang minta negoisasi atas permintaannya 2 hal untuk diterima secara keseluruhan dengan jumlah sekitar 50 orang.

“Pada prinsipnya, ini wujud kinerja kami untuk bisa menyampaikan kepada mereka, disaat mereka menerima atas tanggapan atau jawaban biar mereka bisa memberikan argumentasi maupun tanggapan atau mengkaji lagi sehingga kami bisa menyerap kembali karena kami adalah sebagian dari perwakilan mereka,” ujarnya.

Dia menegaskan, pihaknya tetap secara profesional mau terima kapan audensi dan siap menunggu kapan saja.

“Kalau di DPRD tidak puas bisa naik banding ke ekskutif karena sebelumnya Bupati belum membuat Surat Keputusan dan baru mengeluarkan pengumuman. Selama masa pengumuman dan penyesuaian perubahan nama jalan, masyarakat diberi kesempatan untuk memberikan tanggapan secara tertulis kemudian ditujukan kepada Bupati,” pungkasnya. (Lia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *