02/11/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

10 Kepala Desa Urutsewu Kompak Tidak Membenarkan Isu Penyerobotan Tanah warga Urutsewu

KEBUMEN (BANYUMAS POS) – Beredarnya isu terkait penyerobotan tanah yang dilakukan oleh TNI-AD di medsos Berita Baru tidaklah benar. Hal itu disampaikan Kepala Desa Ambal Resmi, Wagino atau yang akrab disapa H.Tino bersama 10 Kades Sepenjang Urutsewu yang mana telah selesai permasalahannya, kepada awak media, Senin (01/11) di Urutsewu, Ambal, Kebumen.

“Saya dan rekan-rekan sepuluh Kepala Desa Urutsewu, alhamdulilah bisa duduk bersama menggunakan kepala dingin untuk menyelesaikan masalah penyertifikatan antara tanah Negara di Urutsewu yang berbatasan dengan tanah masyarakat dan tanah Desa, bahwa kami sangat bangga kepada semua pihak, permasalahan sudah selesai, nyaman dan tidak ada apa-apa,” kata Tino.

Pihaknya juga menyatakan terima kasih kepada BPN yang telah membantu memfasilitasi menyelesaikan tanah tersebut sehingga jelas statusnya. “Intinya bahwa disitu ada kejelasan kepemilikan tanah masyarakat, tanah brah sengaja dan tanah Negara (GG.1 dan ,GG.2), ketika tanah Negara tidak digunakan latihan dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran masyarakat, para petani sudah jelas tidak kisruh dengan adanya peta minote ini,” ungkapnya.

Dia menjelaskan bahwa Pemerintah dalam hal ini ATR/BPN telah memfasilitasi penyelesaian, dan pihaknya bangga kepada TNI selaku penguna tanah Negara yang selalu bersikap humanis dalam menyelesaikan permasalahan, dan selalu berkoordinasi dengan semua pihak, sehingga mendapatkan hasil yang tidak merugikan pihak manapun.

“Insyaallah masyarakat sudah adem ayem, para petani sudah enjoy untuk bercocok tanam memanfaatkan tanah Negara saat tidak untuk latihan dan sudah jelas dengan kepemilikan tanah diUrutsewu. Kami juga menegaskan bahwa tidak ada yang menyerobot atau tanah sengketa, karena sudah jelas kepemilikannya dan sudah diakui oleh BPN,” ucapnya.

Tino bersama 10 Kades Urut Sewu yang telah selesai permasalahan nya dari 15 Desa sehingga tinggal 5 Desa yang belum selesai, berharap dan Berdo’a dengan adanya sertifikat ini dan adanya program-program dari PTSL 5 Desa yang belum selesai ikut menyusul cepat selesai. Tentunya untuk kesejahteraan para petani. Sebanyak 10 sertifikat tanah milik Negara disepanjang Urutsewu, menjadi ada kejalasan status tanah milik warga karena ketika tanah Negara disertifikatkan demikian juga tanah warga disertifikatkan. Kepala Desa Urutsewu bersama warga sangat mendukung bahwa dengan selesainya masalah ini masyarakat akan hidup kompak, damai dan sejahtera.

Kesepuluh Kepala Desa Urut Sewu yaitu Kades Bresong Kecamatan Buluspesantren Triono Puji Widodo, Kades Entak Kecamatan Ambal Sumardi, Kades Kenoyojayan Kecamatan Amabal Martono, Kades Ambal Resmi, Kecamatan Ambal Wagino, Kades Sumberjati Kecamatan Ambal Nur Hamim, Kades Miritpetikusan Kecamatan Mirit H. Ahmad Mafangil, Kades Mirit Kecamatan Mirit Wahid, Kades Tlogodepok Kecamatan Mirit Jemiran, Kades Tlogopragoto Kecamatan Mirit Guntoro, dan Kades Lembupurwo Kecamatan Mirit Cokro Aminoto.

Ketua Forum Urutsewu Bersinergi (FUSB) Riyanto mengatakan bahwa masyarakat akan hidup rukun dan tidak ada gejolak apapun. “Dan kami mengarisbawahi kepada TNI dan memohon selaku penguna lapangan tembak jangan sampai beralih fungsi selain digunakan untuk latihan TNI,” pintanya.

“Saya juga berterima kasih kepada Negara karena dengan adanya sertifikasi, kami sudah mendapatkan kejelasan status tanah warga tersebut. Terus terang, bertahun-tahun masalah dilalui dengan berliku-liku. Intinya sekarang kita sudah mengarah ketenangan masyarakat. Kita tetap punya pedoman ada kejelasan antara tanah Negara dan tanah warga itu sudah jelas,” tuturnya.

Diketahui, sebanyak 10 Tanah Negara yang sudah bersertifikat di 10 Desa dan tinggal 5 Tanah Negara yang belum bersertifikat akan menyusul secepatnya selesai. Masyarakat kedepan bisa tetap terus bersinergi dengan TNI, saling sengkuyung dan juga harmonis. (Lia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *